Tampilkan postingan dengan label Nabawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabawi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2011

MIMBAR NABI MUHAMMAD

Pada tahun pertama Hijriyah, Rasulullah sudah berdiri di atas mimbar setiap beliau berkhotbah, yang mana sebelumnya beliau selalu berdiri diatas gundukan tanah yang disampinya ada batang pohon kurma untuk bersandar. Ketika Nabi untuk pertama kalinya naik mimbar yang baru (terbuat dari kayu) maka menangislah batang kurma itu laksana suara onta yang menangis karena kehilangan anaknya.


Suara tangis itu semakin keras sampai terdengar oleh Nabi Muhammad SAW. Para sahabat dan pendengar lainnya merasa iba dan belas kasihan, maka turunlah Rasulullah dari mimbar dan memeluknya seraya berkata; “Mana yang lebih kau pilih, hidup lagi dengan rimbun dan subur atau aku meminta kepada Allah agar kau menjadi salah satu pepohonan di surga”, kemudian Nabi Muhammad SAW, memerintahkan kepada sahabatnya untuk menguburkan batang kurma itu dibawah mimbar.

Pada zaman Mu’awiyah mimbar Rasulullah diperbaiki dan ditambah tingginya sehingga menjadi Sembilan tingkat. Masjid Nabawi terbakar berat tahun 654 H / 1256 M dan mimbarpun ikut terbakar, kemudian kayu-kayu sisanya dikumpulkkan dalam satu peti dan ditanam ditempat itu juga berdampingan dengan batang pohon kurma. Adapun mimbar yang dapat kita lihat sekarang ini adalah dibuat oleh Multan Muraad Al-Utsmani pada tahun 1600..M. Mimbar ini terletak tepat di mimbar Nabi, terbuat dari batu pualan terukir sangat cantik, unik dan indah sehingga menjadi salah satu keajaiban dunia pada masa itu.

MIHRAB NABI MUHAMMAD SAW.
Mihrab adalah tempat imam shalat berjamaah di masjid yang biasanya berbentuk kurve/ lengkungan setengah lingkaran di bagian depan masjid.

Ketika Nabi Muhammad SAW. membangun Masjidnya, mihrab ini ikut dibuat, namun Nabi (yang selalu menjadi imam shalat) selalu ada pada tempat yang sama yaitu di sebelah timur mimbar kurang lebih 6 meter. Pada tahun 90 H / 712 M Khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar membuat sebuah kurve di atas tempat tersebut, yang kemudian dinamakan Mihrab Nabi.

Lokasi Mihrab Masjid Nabawi yang sekarang dipergunakan sebagai tempat imam waktu shalat berjamaah, disebut Mihrab Utsmani karena lokasi mihrab ini adalah tempat imam setelah Masjid Nabawi diperluas oleh Sayyidina Utsman bin Affan, pada tahun 29 H /649 M.

Jadi kalau kita shalat ditempat yang mulia ini, berarti melakukan shalat ditempat Rasulullah melakukan shalat. Shalatlah dan berdo’alah di tempat suci ini, niscaya Allah menerima shalat dan mengabulkan permintaan anda.

Senin, 27 Desember 2010

MASJID NABAWI DI MADINAH


Disebut Masjid Nabawi karena Rasulullah selalu menyebut dengan kalimat Masjidku pada setiap beliau menerangkan tentang masjid yang sekarang berada di pusat kota Madinah. Nabi Muhammad SAW, bersabda;

1. Shalat di Masjidku ini lebih utama dari pada shalat seribu kali di masjid lain, kecuali Masjid Al-Haram.
2. Barang siapa shalat di Masjidku 40 kali tanpa putus, maka ia pasti selamat dari neraka dan segala siksa serta selamat dari sifat munafik.

Masdjid ini dibangun oleh Rasulullah dan sahabat-sahabatnya pada tahun pertama hijrah (622 M) seluas 1.050 m2, persis di sebelah barat rumahnya yang kemudian rumah itu menjadi makamnya dan masuk dalam bangunan Masjid.

Masjid Nabawi ini mengalami perluasan banguna berkali-kali, dan yang pertama kali adalah perluasan yang dilakukan oleh Rasulullah sendiri dan para sahabatnya ketika Masjid ini berusia 7 tahun sehingga luasnya menjadi kurang lebih 2.450 m2. Kemudian Sayyidina Umar, pada masa ia menjadi khalifah, kemudian Sayyidina Utsman, lalu dilanjutkan oleh raja-raja Islam pada zamannya, sehingga setelah berusia 1414 tahun Masjid ini memiliki luas yang dapat menampung kurang lebih satu juta orang dalam satu waktu shalat berjamaah di musim haji.